This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Macam-macam Komponen Elektronika lengkap dengan simbol dan fungsinya

 Halo lagi masyarakat maya.

Pernahkah kawan-kawan membongkar perangkat elektronik seperti televisi, charger handphone atau yang lainnya?

    Didalam perangkat elektronik seperti itu pastinya kawan-kawan menemukan beberapa komponen seperti resistor yang berwarna-warni, kapasitor yang seperti silinder atau tabung. Semua komponen  yang kawan-kawan jumpai itu adalah bagian vital dari sebuah perangkat elektronik dan rangkaian listrik. Di artikel kali ini mari kita mengenali berbagai macam komponen elektronika dasar yang sering digunakan dalam perbaikan ataupun perancangan perangkat elektronik. 


Pengertian Komponen Elektronika

    Komponen elektronika merupakan elemen yang menyusun suatu perangkat elektronika atau rangkaian elektronik, dimana masing-masing elemen itu memiliki fungsi tersendiri dalam suatu rangkaian seperti mengatur, mengubah maupun mengolah arus listrik sesuai kebutuhan.

     Komponen elektronik ini ada yang pasif dan aktif dimana, pasif diartikan sebagai komponen yang mampu bekerja tanpa sumber energi tambahan (selain sinyal listrik yang masuk kedalamnya) seperti : resistor,kapasitor, induktor, dan transformator (trafo) yang komponen ini hanya mampu mengatur, menyimpan atau melewatkan energi listrik. Sedangkan komponen  aktif diartikan sebagai komponen yang bekerja dengan energi tambahan (biasanya tegangan DC agar dapat bekerja) contoh komponen aktif adalah dioda, transistror, Integrated  Circuit (IC), dan VacuumTube atau Tabung Hampa yang komponen ini mampu menguatkan, mengontrol atau mengendalikan sinyal listrik.

Macam-macam Komponen Elektronika

    Dibawah ini adalah penjelasan tentang beberapa komponen elektronika dasar baik simbol maupun fungsinya. Mulai dari komponen pasif, aktif elektromekanik maupun komponen elektronika pendukung.

A. Komponen Elektronika Pasif

1. Resistor

        Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang digunakan untuk membatasi, menghambat ataupun mengatur aliran arus listrik. Satuan dari resistor ini adalah Ohm  dan nilainya ditentukan oleh gabungan warna gelang atau angka yang terdapat di badan resistor. Jumlah nilai yang ada pada komponen ini biasa disebut sebagai resistansi (resistance) atau nilai hambatan.

Berbagai jenis resistor yang ada diantaranya:
  1. Resistor bernilai tetap
  2. Potensiometer atau resistor yang resistansinya dapat diatur. sering juga disebut sebagai variabel resistor
  3. Light Dependent Resistor (LDR) sebuah resistor yang resistansinya  berubah berdasarkan intensita cahaya.
  4. Thermistor (NTC/PTC) Resistor yang resistansinya berubah berdasarkan perubahan suhu, dikategorikan menjadi dua NTC (Negatif Temperature Cofficient) dan PTC (Positif Temperature Coefficient).

2. Kapasitor

        Kapasitor merupakan komponen yang digunakan untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik(+dan -), lebih tepatnya sebagai tempat penyimpanan sementara muatan listrik. Dalam fungsi praktisnya sebagai penyimpanan sementara, ia bisa memberi suplai arus singkat, menjaga kestabilan tegangan, menyimpan energi kecil. Dalam istilah lama kapasitor ini juga disebut kondensator. Kapasitor atau kondensator ini memiliki satuan Farad(F).

Berbagai jenis kapasitor yang ada ialah:
  1. Kapasitor yang nilainya tetap berpolaritas
  2. Kapasitor yang nilainya tetap tidak berpolaritas
  3. Variabel Kapasitor atau kapasitor yang nilainya bisa berubah biasa disebut trimmer
  4. Kapasitor khusus, kapasitor yang dibuat dengan peruntukan khusus seperti superkapasitor dan tantalum kapasitor.
  

3. Induktor

    Induktor merupakan komponen elektronika yang berupa kumparan kawat (coil) yang dililitkan pada suatu inti, baik  itu udara, besi atau ferrite. Fungsi dari induktor ini adalah menyimpan energi dalam bentuk medan magnet disaat ia dialiri arus listrik. Satuannya adalah Henry(H).

Berbagai jenis induktor diantaranya:
  1. Induktor dengan inti udara
  2. Induktor  dengan inti ferrite
  3. Induktor dengan inti besi
  4. Toroidal Induktor
  5. Variabel Induktor

     

4. Transformator

    Transformator atau yang biasa diseebut sebagai trafo adalah komponen elektromagnetik yang biasa digunakan sebagai step-up atau step-down (penaik atau penurun) tegangan tegangan listrik AC tanpa mengubah frekuensi. Trafo bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik antara dua lilitan kawat, primer dan sekunder.yang biasa diliitkan pada suatu inti besi atau ferrite. Trafo tidak memiliki satuan khusus karena tidak sepeti resistor, kapasitor atau induktor yang hanya mempunyai hambatan atau enegi. Sehingga satuan yang disematkan pada output daya  trafo biasanya adlah Volt-Ampere (VA).

Berbagai jenis trafo yang ada adalah:
  1. Transormator Step-up
  2. Transformator Step-down
  3. Traansformator Daya
  4. Transformator Distribusi
  5. Transformator tiga fasa
           Dan masih banyak jenis trafo lainnya berdasarkan fungsi, jumlah lilitan, konstruksi, dan aplikasinya untuk pembahasan lengkap akan disajikan pada bahasan khusus tentang transformator.
  
 

B. Komponen Elektronika Aktif

1. Dioda

    Komponen elektronika aktif  yang terdiri dari dua kutub anoda (+) dan katoda (-), berfungsi mengalirkan arus listrik hanya satu arah dari anoda ke katoda dan menghambat arus dari arah sebaliknya. Dalam rangkaian elektronika ia digunakan sebagai penyearah.

Bebagai jenis dioda diantaranya:
  1. Dioda biasa (rectifier) biasa digunakan sebagai penyearah arusdari AC ke DC.
  2. LED (Light Emiting Diode) digunakan sebagai indikatror,lampu dan penerangan.
  3. Dioda Zener biasa digunakan untuk stabilisasi tegangan.
  4. Dioda Schottky menggunakan logam-semikonduktor junction bukan P-N junction.
  5. Dioda Varactor (Varicap) dioda yang bekerja sebagai kapasitor variabel
  6. Dioda Fotodioda biasa digunakan dalam konsep perubahan energi cahaya menjadi energi listrik.

 

2. Transistor

    Transistor merupakan komponen elektronika yang bersifat semikonduktor memiliki fungsi untuk mengatur aliran arus dan tegangan dalam rangkaian elektronika. Transistor memiliki tiga kaki yaitu base, emiter, dan collector. Biasa digunakan sebagai penguat, saklar dann penyambung arus.

Berbagai jenis transistor diantaranya:
     
  1. BJT atau Bipolar Junction Transistor berfungsi sebagai saklar elektronik sederhana dan sebagaipenguat sinyal audio/radio.
  2. FET atau Field Efek Transistor biasa dikenal dengan transistor efek medan berfugsi sebagai power control di rangkaian switching, komponen utama dalam processor dan IC digital, penguat sinyal dengan noise yang redah.
  3. Beberapa Transistor Khusus seperti :
  1. UJT Uni Junction Transistor dipakai di rangkain trigger atu osilator.
  2. IGBT Insulated Gate Bipolar Transistor bagus di aplikasikan di rangkaian daya tinggi seperti inverter dan motor listrik.
  3. Photo Transistor, transistor yang peka terhadap cahaya.

3. Integrated Circuit (IC)

    I C merupakan komonen elektrooni yang tersusunn dari banyak sekali komponen mini (reistor,transistor,apasitor bahan dioda) yang diproduksi menyatu dalam sebuah chip semikonduktor berbahan dasar silikon. BIasanya keberadaan IC dalam suatu rangkaian eektronik digunakan ssebagai:penguat sinyal (amplifier), Pengolah logika Digital (mis. prosessor, mikrokontroler), regulator tegangan, timer, memori, driver motor dan lain sebagainya.

Berbagai jenis IC yang ada sangatlah banyak dan dikelompokkan berdasarkan fungsi, teknology pembuatan dan tingkat integrasi.
    Namun jika mengacu pada fungsi kerjanya :
    1. IC Analog
    2.IC Digital
    3. IC Campuran

C. Komponen Elektromekanik

1. Relay

    Relay merupakan komponen elektromagnetik yang berfungsi sebagai sebuah saklar yang dioperasikan secara elektris. Komponen relay ini biasa dipaakaisebagai  pengendali sirkuit listrik, bekeja dengan membuka ataupun menutup kontak pada saklar. Relay umumnya memiliki dua bagian utama dalam komponennya, pertama bagian elektromagnetik yang disebut coil dan kedua bagian mekanik berupa saklar.

Berbagi jenis relay dibagi berdasarkan kontak dan cara kerja adalah sebagai berikut:
  1. Berdasarkan kontak ada tiga jenis relay.
  1. SPST (Single Pole Single Throw) merupakan relay satu input, satu output.
  2. SPDT (Single Pole Double Throw) merupakan relay satu input, dengandua opsi output.
  3. DPDT (Double Pole Double Throw) merupaakan relay dua input dua output dengan sistem kendali rangkap.
  1. Berdasarkan Cara kerjanya juga secara umum ada tiga jenis.
  1. Relay Elektromekanikal adalah Relay yang umumnya digunakan terdiri dari koil dan kontak mekanik.
  2. Solid State Relay (SSR) adala relay yang tak memiliki kontak mekanis, hanya bekerja dengan komponen semikonduktor memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan daya tahan
  3. Reed Relay adalah relay dengan tabung kaca kecil dan kontak logam tipis didalamnya cocok untuk aplikasi pada sinyal keil dan kecepatan tinggi.,?li>

   

2. Saktar atau Switch

    Saklar atau switch adalah komponen elektronika yang berfungsi membuka (OFF) dan menutup (ON) aliran arus listrik. Singkatnya saklar merupakan pengendali sederhaa dalam sistem elektronika/listrik.

Berbagi jenis saklar dibagi berdasarkan cara kerja, kontak dan  peruntukkaan (kekhususannya) yang mana diantaranya adalah sebagai berikut:
        1. Berdasarkan cara kerja ada lima jenis.
  1. Saklar Tekan (Push Button) bekerja dengan cara ditekan, dengan ditekan arus akan mengalir saat dilepas arus terputus , ada juga push button ON push utton OFF artinya satu kali tekan akan tersambung dan sekali lagi akan terputus.
  2. Saklar Geser (Slide Switch) bekerja dengan cara menggeser tuas kecil.
  3. Saklar Putar (Rotary switch) bekerja dengan memutar knob.
  4. Saklar Rocker bekerja dengan cara ditekan bagian atas atau bawah selayaknya lampu rumah pada umunya.
        2. Berdasarkan kontak diantarana:
  1. SPST (Single Pole Single Throw) merupakan saklar dengan satu input, satu output.
  2. SPDT (Single Pole Double Throw) merupakan saklar dengan satu input, dengan dua opsi output.
  3. DPDT (Double Pole Double Throw) merupaakan salar dengan dua input dua output dengan sistem kendali rangkap.

                  3. Berdasarkan  Peruntukkan atau kekhususannya
  1. Limit Switch, Saklar yang keaktifannya dipicu oleh gerakan mekanis seperti pintu mesin yang terbuka.
  2. Dip Switch(Dual In Package Switch), saklar konfigurasi manual yang praktis dan hemat tempat.
  3. Reed Switch, saklar yang doperasikan oleh medan magnet.
  4. Saklar Otomatis (sensor), Saklar berbasis sensor yang perubahan ON/OFF nya dipicu oleh hasil deteksi sensor.

3. Konektor

    Konektor merupakan komponen mekanik  elektrik yang berfungsi menghubungkan dua atau lebih bagian listrik aga arus listrik bisa mengalir dari satu bagian rangkaian menujubagian lainnya dan koneksinya bisa dilepas pasang.

    Jenis jeis konektor ini ada banyak sekali mulai dari onektor type C pada charger Hp,USB A, B, C, micro dan Type C, HDMI, Ethernet dan masih bannyak lagi.
         

D. Komponen Tambahan

1. Sensor

    Sensor adalahh komponen elektronika yang mendeteksi perubahan secara fisik maupun secara lingkungan seperti perubahan cahaya, suhu, tekanan, gerak, kelembaban dan lain lain yang kemudian mengubahnya mejadi sinyal listrik.

    Jenis sensor pun ada banyak sekali berdasarkan sistem dan objek  deteksinya namun sebagai contoh disini hanya disebutkan beberapa seperti Sensor Cahaya(LDR atau Light Dependent Resistor),sensor suhu dan kelembaban (DHT22), Sensor Jarak (Ultrasonic HC-SR04). Sensor yang disebutan diatas adalah sebagian kecil dari contoh yang ada dan dalam konteks pendteksian dengan jarak tida melulu menggunakan ultrasonik melainkan banyak jenis sensor lain yang digunakan dalam pendeteksian jarak.

2. Display

    Display adalah komponen elektronika yang biasa digunakan sebagai penampil beberapa  pesan ata data baik berupa teks, angka dan dalam bentuk yang lebih kompleks mampu menampilkan gambar.Secara umum beberapa jenis display diantaranya adalah LCD, OLED, dan 7 segment.

3. Fuse

    Fuse adalah komponen yang biasa dijadikan pengaman dalam suatu rangkaian listrik. Fuse tersusun dari sebuah kawat kecil yang dilapisi suatu isolator. Fuse bekerja dengan cara memutus kawat kecil uang ada didalam isolator saat terjadi kelebihan arus. Dengan putusnya aliran arus rangkaian diamankan dari kerusakan dan kebakaran.
Beberapa tipe fuse diantaranya: Fuse Cartridge(tabung), Fuse Kecil(SMD), Fuse Blade(fuse untuk mobil).

4. Buzzer


    Buzzer adalah komponen elektroika yang mengubah aruss listrik menjadi suara, biasa digunakan sebagai alarm dalam suatu rangkaian elektronika. Buzzer secara umum ada dua::
  1. Buzzer Aktif merupakan buzzer yang akan langsung aktif saat diberi tegangan DC.
  2. Buzzer Pasif merupakan buzzer yang keaktifannya memerlukan sinyal AC/Pulsasi dari rangkaian.

                

5. Heatsink

    Heatsink adalah komponen yang digunakan untuk mengurangi panas berlebih dari suatu rangkaian listrik/elektronik.Heatsink terbuat dari aluminium atau tembaga dengan bentukan sirip.Panas dari rangkaian akan diserap oleh heatsink kemudian akan dilepaskan ke udara.

                                                    

Blog Pertama Ngapain ya?

 Halo masyarakat maya, bagaimana kabarnya hari ini?
Sudahkah kawan-kawan makan lontong? Hehe,

Di blog pertama ini izinkan saya sebagai penulis sekaligus pemilik blog untuk memperkenalkan diri, karena seperti kata pepatah yang sudah sama-sama kita ketahui bahwa "Tak kenal maka kenalan, tak sayang maka sayangin". Sayangin doong!😆.

Saya adalah seorang pria dewasa normal yang masih waras alhamdulillah, memiliki hobi ataupun kegemaran di dunia elektro, IT, dan seni-seni yang aestetic. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang saya senangi namun tiga hal tadi adalah yang paling dominan, Saya juga memiliki ketidaksukaan pada banyak hal seperti orang munafik, koruptor, pembohong/penipu, jaringan internet yang buruk, dompet kosong dan banyak lagi. Saya rasa beberapa dari kawan-kawan memiliki kesamaan dengan saya dalam hal ini.

 Untuk nama saya kawan-kawan pembaca bisa memanggil saya Al Firman Syah,  Saya memiliki latar belakang pendidikan yaitu D4 Teknik Mekatronika yang saat ini masih saya jalani jadi dalam rangka mempertajam ingatan tentang keilmuan yang saya pelajari dan saya paktikkan, saya membuat blog ini. Karena sejatinya salah satu cara mengikat keilmuan itu adalah dengan menulisnya.


 Jadi kedepannya blog ini akan berisi tentang praktik mekatronika (mekanika, elektronika, informatika) beberapa seni aestetic, sedikit curhatan mungkin dan tutorial-tutorial yang menurut saya menarik.

                                                          

Baiklah sampai disini saja blog perkenalan kita kali ini, sampai jumpa di topik-topik menarik dan menantang lainnya di kemudian hari. Saya mohon  maaf jika terdapat kata yang tidak berkenan, dan mohon maaf juga untuk kesalahan yang terdapat dalam penulisan blog ini, baru blog pertama soalnya.


Terimakasih,